3 Rekomendasi Wisata Tenang Saat Puasa, Cocok untuk Liburan Ramadan!

3 Rekomendasi Wisata Tenang Saat Puasa, Cocok untuk Liburan Ramadan!

Puasa sering dianggap sebagai alasan untuk mengurangi aktivitas, termasuk bepergian. Padahal, tidak semua perjalanan harus melelahkan. Justru di bulan Ramadan, perjalanan dengan ritme yang lebih pelan bisa menjadi cara baru untuk menikmati waktu dengan lebih sadar. Wisata saat puasa bukan tentang mengejar banyak destinasi, melainkan memilih tempat yang memberi ketenangan. Tempat yang tidak menuntut banyak energi tapi tetap memberi ruang untuk bernapas dan berpikir.

Bagi teman shafwah yang ingin tetap bepergian di bulan Ramadan tanpa mengganggu ibadah, berikut tiga rekomendasi wisata yang cocok untuk dikunjungi.

1. Solo, Jawa Tengah : Kota Kecil dengan Suasana yang Hangat

Solo adalah tipe kota yang langsung terasa ramah sejak pertama kali datang. Ukurannya tidak besar, jarak antar tempat dekat, dan ritmenya tidak terburu-buru. Saat puasa, Solo terasa semakin ideal. Teman shafwah bisa berjalan santai mengunjungi Keraton, Kampung Batik Laweyan, atau sekadar duduk di sekitar alun-alun tanpa harus berpindah tempat terlalu sering. Menjelang maghrib, suasana di sekitar Masjid Sheikh Zayed atau Masjid Agung Surakarta terasa tenang dan khusyuk. Berbuka di kota kecil seperti Solo sering kali terasa lebih hangat karena tidak ada hiruk pikuk seperti di kota besar. Solo cocok untuk teman shafwah yang ingin liburan ringan, tidak melelahkan, dan tetap bernuansa budaya serta spiritual.

2. Malang, Jawa Timur : Sejuk dan Tidak Terlalu Padat

Malang selalu punya cara sendiri untuk membuat orang betah. Udara sejuk, kota tertata rapi, dan banyak ruang terbuka yang nyaman untuk berjalan kaki. Di bulan Ramadan, Malang terasa lebih pelan. Teman shafwah bisa menghabiskan waktu dengan berjalan di kawasan heritage, mengunjungi taman kota atau duduk lama di kafe terbuka tanpa harus melakukan banyak aktivitas. Keunggulan Malang adalah suasananya yang hidup tapi tidak riuh. Banyak masjid besar dan pesantren di sekitar kota, sehingga atmosfer Ramadan terasa cukup kuat. Malang cocok untuk teman shafwah yang ingin tetap produktif, tapi tidak ingin liburan yang menguras energi.

 

3. Jogja Bagian Selatan : Tenang, Spiritual, dan Reflektif

Jika Jogja pusat terasa terlalu ramai, bagian selatan seperti Bantul, Imogiri, hingga Parangtritis bisa jadi alternatif yang lebih tenang. Wilayah ini dipenuhi desa, sawah, pantai, dan situs-situs bernuansa spiritual. Teman shafwah bisa berjalan pagi di pantai, siang beristirahat di homestay, dan sore menikmati senja tanpa harus berpindah terlalu jauh. Jogja selatan cocok untuk perjalanan yang lebih reflektif. Tidak banyak agenda, tidak banyak distraksi, hanya ruang untuk menikmati suasana dengan lebih pelan. Di bulan puasa, suasana seperti ini terasa semakin pas karena tidak bertabrakan dengan ritme ibadah.

Wisata saat puasa bukan tentang seberapa banyak lokasi yang dikunjungi, tapi seberapa nyaman perjalanan itu dijalani. Destinasi yang tepat justru membuat teman shafwah lebih tenang, lebih sadar, dan lebih menikmati setiap momen. Ramadan tidak harus membuat kita berhenti bergerak, tapi bisa menjadi waktu untuk bergerak dengan cara yang berbeda. Lebih pelan, lebih sederhana, dan lebih bermakna.

 

here

CUSTOMER SERVICE Choose one to communicate with our admin

Our team will reply to your message soon.